PASANG PENANGKAL PETIR

Gambar Produk 1 Gambar Produk 2 Gambar Produk 3
Rp 1.500.000
Pasang penangkal petir
upah pasang penangkal petir diatas rumah dan gedung harga harga minimal 1.500.000,_


Mengenal Penangkal Petir: Komponen, Cara Kerja, dan Estimasi Harga
Sumber gambar : sondir.id

Pendahuluan

Indonesia, dengan iklim tropisnya, dikenal memiliki intensitas sambaran petir yang tinggi. Sambaran petir bukan hanya fenomena alam yang menakjubkan, tetapi juga potensi bahaya serius bagi bangunan, peralatan elektronik, bahkan keselamatan jiwa. Untuk meminimalisir risiko ini, pemasangan sistem penangkal petir (atau sering disebut anti petir) menjadi solusi krusial. Artikel ini akan mengupas tuntas seluk-beluk penangkal petir, mulai dari komponen penyusunnya, mekanisme kerjanya, hingga perkiraan biaya yang perlu disiapkan.


Apa Itu Penangkal Petir?

Penangkal petir atau penyalur petir adalah sebuah rangkaian jalur atau sistem yang dirancang untuk 'menangkap' sambaran petir dan menyalurkannya secara aman ke dalam tanah (bumi). Tujuannya adalah untuk mencegah kerusakan struktural pada bangunan, kebakaran, kerusakan peralatan listrik dan elektronik, serta melindungi penghuni di dalamnya dari dampak langsung sambaran petir.


Mengapa Penangkal Petir Sangat Penting?

  • Melindungi Struktur Bangunan: Sambaran langsung dapat menyebabkan kerusakan fisik parah hingga kebakaran.
  • Mengamankan Peralatan Elektronik: Lonjakan arus listrik akibat sambaran petir (baik langsung maupun tidak langsung) dapat merusak perangkat elektronik yang sensitif.
  • Menjaga Keselamatan Jiwa: Mencegah risiko cedera atau kematian akibat tersambar petir.
  • Kepatuhan Regulasi: Beberapa jenis bangunan atau fasilitas umum diwajibkan memiliki sistem proteksi petir sesuai standar yang berlaku (misalnya SNI).


Komponen-Komponen Utama Penangkal Petir

Sebuah sistem penangkal petir umumnya terdiri dari tiga komponen utama:

  1. Splitzen (Terminal Udara / Finial ):
    Indotrading.com

  2. Down Conductor (Kabel Konduktor Penyalur):
    pakarpetir.com

    • Fungsi: Menghubungkan Air Terminal dengan Grounding System. Kabel ini berfungsi sebagai jalur aman bagi arus petir yang besar untuk mengalir turun menuju tanah.
    • Material: Harus terbuat dari konduktor berkualitas tinggi dengan luas penampang yang memadai (sesuai standar) untuk menahan arus petir yang sangat besar. Material umum adalah kabel tembaga (BC - Bare Copper) atau aluminium.
    • Instalasi: Dipasang lurus vertikal dari atap ke tanah, menghindari lekukan tajam, dan diikat kuat ke dinding bangunan dengan klem khusus.
  3. Elektroda (ROD/Sistem Pembumian / Pertanahan):
    Hwelektrindo.com

    • Fungsi: Komponen paling krusial yang bertugas menyebarkan (mendisipasi) arus petir secara aman ke dalam tanah.
    • Material: Biasanya berupa batang logam (ground rod) yang terbuat dari tembaga atau baja berlapis tembaga (copper clad steel) yang ditanamkan ke dalam tanah. Jumlah dan kedalaman batang tergantung pada kondisi tanah dan nilai resistansi yang ingin dicapai.
    • Penting: Sistem grounding harus memiliki nilai tahanan (resistansi) serendah mungkin (ideal di bawah 5 Ohm, bahkan di bawah 1 Ohm untuk aplikasi kritis, sesuai standar SNI) agar arus petir mudah dilepaskan ke bumi. Pengukuran nilai tahanan tanah wajib dilakukan setelah instalasi.
  4.  Klim L dan klim Ring
  • Klim L untuk mengatur jalur kabel BC
  • Klim ring untuk menyambung kabel bc dan menyatukan kabel bc dgn ROD

(Opsional) Komponen Tambahan:

  • Tiang Penyangga: Untuk menempatkan Air Terminal pada ketinggian yang optimal.
  • Surge Arrester/Protector: Perangkat tambahan yang dipasang pada panel listrik untuk melindungi peralatan dari lonjakan tegangan akibat sambaran tidak langsung.
    Surge Arrester 

  • Bak Kontrol (Inspection Pit): Untuk memudahkan pemeriksaan dan pengukuran sistem grounding secara berkala.


Cara Kerja Penangkal Petir

Prinsip kerja penangkal petir cukup sederhana namun efektif:

  1. Menarik Sambaran: Saat terjadi pelepasan muatan listrik (petir) dari awan ke bumi, Air Terminal yang terpasang di titik tertinggi menjadi jalur termudah bagi muatan tersebut untuk menyambar karena merupakan konduktor yang baik dan dekat dengan awan.
  2. Menyalurkan Arus: Ketika petir menyambar Air Terminal, arus listrik yang sangat besar (ribuan hingga ratusan ribu Ampere) akan segera dialirkan melalui Kabel Konduktor Penyalur.
  3. Melepas ke Bumi: Arus petir kemudian diteruskan ke Grounding System dan disebarkan secara aman ke dalam tanah yang luas, sehingga tidak merusak bangunan atau membahayakan penghuninya.

Intinya, sistem penangkal petir menyediakan jalur berimpedansi rendah (low impedance path) bagi arus petir untuk mengalir ke bumi, 'mem-bypass' struktur bangunan itu sendiri.


Sistem penangkal petir internal dann eksternal yang terintegrasi

Integrasi sistem penangkal petir eksternal dan internal bekerja sebagai satu kesatuan yang saling melengkapi untuk melindungi bangunan dan peralatan dari sambaran petir. Sistem eksternal menangkap petir di luar bangunan dan menyalurkannya ke tanah, sementara sistem internal melindungi peralatan elektronik di dalam bangunan dari lonjakan arus tidak langsung dengan menggunakan surger protector device (SPD) dan bonding. Integrasi ini memastikan tidak ada bagian bangunan atau perangkat yang menerima beban berlebih, mengurangi risiko kerusakan fisik dan elektronik akibat petir. 

Peran Sistem Eksternal

Fungsi:
Menangkap sambaran petir langsung dan menyalurkan arus listriknya ke sistem pembumian (grounding) dengan cepat. 
Komponen Utama:

      • Terminasi Udara (Air Termination): Ujung tombak atau elektroda logam yang dipasang di puncak struktur untuk menangkap sambaran. 
      • Down Conductor: Kabel konduktor yang menghantarkan arus petir dari terminasi udara ke sistem grounding. 
      • Sistem Grounding (Pentahan): Bagian terpenting yang menghantarkan arus petir ke dalam bumi, idealnya memiliki resistansi di bawah 5 ohm untuk efektivitas maksimal.

    • Peran Sistem Internal

  • Fungsi:
    Melindungi peralatan listrik dan elektronik di dalam bangunan dari dampak sambaran petir tidak langsung, seperti lonjakan tegangan dan medan elektromagnetik. 
    Komponen Utama:
      • Surge Protector Device (SPD): Alat yang mengalihkan kelebihan arus ke tanah (grounding) untuk melindungi perangkat dari lonjakan tegangan yang tiba-tiba. 
      • Sistem Bonding: Proses menghubungkan peralatan elektronik dan bagian konduktif dengan batang penyama tegangan, yang kemudian terhubung ke sistem pentanahan. Ini membantu menyamakan potensial tegangan dan mencegah loncatan listrik. 

    • Cara Kerja Integrasi

  1. Penangkapan Petir:Sistem eksternal (terminasi udara) menangkap sambaran petir langsung.
  2. Penyaluran Arus:Arus petir dialirkan melalui down conductor menuju sistem grounding, yang menyebarkannya ke bumi. 
  3. Perlindungan Internal:Secara bersamaan, lonjakan arus petir tidak langsung yang terjadi di dalam sistem kelistrikan bangunan ditangani oleh sistem internal melalui SPD dan sistem bonding, memastikan perangkat tetap aman.
  4. Kombinasi Perlindungan:Dengan bekerja bersama, kedua sistem ini menciptakan lapisan perlindungan berlapis yang melindungi struktur bangunan dari kerusakan fisik dan peralatannya dari kerusakan elektronik. 


Estimasi Harga Penangkal Petir (April 2025)

Estimasi biaya pemasangan penangkal petir sangat bervariasi, tergantung pada beberapa faktor utama:

  • Jenis Penangkal Petir:
    • Konvensional (Franklin): Cenderung lebih murah untuk cakupan area kecil (misalnya rumah tinggal sederhana). Biaya material dan instalasi biasanya berkisar antara Rp 2.500.000 hingga Rp 8.000.000 atau lebih, tergantung jumlah titik dan kompleksitas.
    • Elektrostatis (ESE): Memiliki radius proteksi lebih luas, cocok untuk bangunan besar, area terbuka, atau pabrik. Biayanya signifikan lebih tinggi, bisa mulai dari Rp 15.000.000 hingga Rp 50.000.000++, sangat tergantung pada merek, radius proteksi, dan kompleksitas instalasi.
  • Ukuran dan Kompleksitas Bangunan: Semakin tinggi dan luas bangunan, semakin banyak material (kabel, batang grounding) yang dibutuhkan dan semakin rumit instalasinya.
  • Kualitas Material: Material berkualitas tinggi (misalnya tembaga murni vs. campuran, merek ternama) tentu akan lebih mahal.
  • Kondisi Tanah: Tanah yang sulit (misalnya berbatu) mungkin memerlukan upaya ekstra untuk mencapai nilai resistansi grounding yang rendah, menambah biaya.
  • Biaya Jasa Instalasi: Tarif jasa instalator profesional bervariasi berdasarkan lokasi, pengalaman, dan sertifikasi.
  • Standar yang Diikuti: Instalasi yang mengikuti standar SNI mungkin memerlukan material dan teknik khusus yang bisa menambah biaya.

Penting: Angka di atas hanyalah estimasi kasar. Untuk mendapatkan harga pasti, sangat disarankan untuk meminta survei lokasi dan penawaran harga (quotation) dari beberapa instalator penangkal petir profesional dan terpercaya.


Estimasi Upah Jasa Pasang Penangkal Petir (Tanpa Material)

Berikut adalah perkiraan biaya tenaga kerja atau upah borongan untuk pemasangan:

1. Jasa Pasang Penangkal Petir Konvensional (Rumah Tinggal)

Ini adalah jenis pemasangan yang paling umum untuk rumah 1-2 lantai. Tingkat kesulitannya relatif rendah hingga sedang.

  • Rentang Upah Jasa: Rp 750.000,- hingga Rp 1.500.000,-

Upah ini biasanya untuk pekerjaan yang mencakup:

  • Pemasangan 2-3 titik splitzen (tombak atas) di atap.

  • Penarikan 1 jalur kabel konduktor dari atap ke titik grounding.

  • Pengeboran atau penanaman 1 titik grounding (pembumian) hingga kedalaman standar.

  • Pekerjaan normalnya memakan waktu 1 hari oleh 2-3 orang teknisi.

2. Jasa Pasang Penangkal Petir Elektrostatis (Radius)

Pemasangan ini lebih kompleks, membutuhkan keahlian khusus, dan biasanya untuk bangunan yang lebih besar seperti pabrik, gudang, atau gedung perkantoran.

  • Rentang Upah Jasa: Mulai dari Rp 2.500.000,- hingga Rp 7.000.000,- (atau lebih)

Upah yang lebih tinggi ini disebabkan oleh:

  • Pemasangan head terminal yang lebih berat dan butuh tiang penyangga khusus.

  • Pekerjaan grounding yang jauh lebih kompleks dan dalam untuk mencapai nilai resistansi di bawah standar yang disyaratkan (seringkali < 1 Ohm).

  • Membutuhkan waktu pengerjaan beberapa hari.

  • Melibatkan proses pengujian (commissioning) dengan alat ukur khusus.


Faktor Utama yang Menentukan Besar Kecilnya Upah Jasa

Mengapa rentang harganya bisa cukup jauh? Berikut adalah faktor-faktor utamanya:

  1. Tingkat Kesulitan & Ketinggian: Memasang penangkal petir di atap rumah 1 lantai dengan akses mudah tentu lebih murah upahnya dibanding memasang di atap gedung 4 lantai yang miring dan sulit dijangkau.

  2. Durasi Pengerjaan: Semakin lama waktu yang dibutuhkan, tentu upah jasa akan semakin tinggi. Pemasangan elektrostatis yang butuh 3 hari kerja pasti lebih mahal dari pemasangan konvensional yang selesai dalam 1 hari.

  3. Kondisi Tanah untuk Grounding: Jika kondisi tanah di lokasi Anda berbatu sehingga sulit untuk dibor dan membutuhkan teknik khusus untuk mendapatkan nilai pembumian yang baik, maka upah jasa pengeborannya akan lebih mahal.

  4. Jumlah Teknisi: Pekerjaan standar mungkin butuh 2 teknisi, namun proyek yang lebih besar atau butuh cepat selesai bisa memerlukan 3-4 teknisi, yang akan mempengaruhi total biaya upah.

  5. Lokasi Geografis: Upah tenaga kerja di kota besar seperti Jakarta atau Surabaya mungkin sedikit lebih tinggi dibandingkan di daerah lainnya.

Saat Anda sudah memiliki semua material sendiri dan hanya membutuhkan tenaganya, cara terbaik adalah:

Hubungi beberapa penyedia jasa dan minta "penawaran harga jasa saja" atau "HUB TIM STANIA CIVIL COM TELP/WA :081377501213".

Jelaskan secara detail kondisi bangunan Anda (tinggi, luas, jenis atap) agar mereka bisa memberikan estimasi upah yang paling akurat. Membandingkan 2-3 penawaran akan memberi Anda gambaran harga pasar yang wajar di lokasi Anda.


Tips Memilih dan Memasang Penangkal Petir

  • Gunakan Jasa Profesional: Jangan mencoba memasang sendiri jika tidak memiliki keahlian. Pilihlah instalator yang berpengalaman, bersertifikat, dan memahami standar SNI tentang proteksi petir.
  • Sesuaikan dengan Kebutuhan: Konsultasikan jenis penangkal petir yang paling sesuai untuk ukuran dan tipe bangunan Anda.
  • Pastikan Material Berkualitas: Gunakan material yang sesuai standar untuk memastikan keandalan sistem dalam jangka panjang.
  • Periksa Nilai Grounding: Pastikan instalator melakukan pengukuran resistansi tanah setelah pemasangan dan hasilnya sesuai standar (<5 Ohm atau lebih rendah).
  • Lakukan Perawatan Berkala: Sistem penangkal petir perlu diperiksa dan diukur ulang secara berkala (misalnya setahun sekali) untuk memastikan semua komponen masih berfungsi dengan baik.

Kesimpulan

Penangkal petir adalah investasi penting untuk melindungi aset berharga dan keselamatan jiwa dari ancaman sambaran petir, terutama di wilayah rawan seperti Indonesia. Dengan memahami komponen utama, cara kerja, dan faktor-faktor yang mempengaruhi biayanya, Anda dapat membuat keputusan yang tepat dalam memilih dan memasang sistem proteksi petir yang andal untuk bangunan Anda. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahli penangkal petir profesional untuk mendapatkan solusi terbaik sesuai kebutuhan spesifik Anda.


Baca juga :

Harga pasang baru listrik 2025(klik disini)

Harga pasang instalasi listrik(klik disini)

Tarif dasar listrik2025(klik disini)

Kode setting meteran listrik(klik disini)


Layanan Teknis, Hub Kami : 

(untuk Pangkalpinang dan sekitarnya)

Kunjungi dan dukung juga akun-akun kami lainnya :

CHECKOUT VIA CHAT

BELI DI MARKETPLACE

Diskusi (1)