Install EV changer
Rp 600.000
Pasang EV CHARGER
UPAH PEMASANGAN MINIMAL Rp.600.000_, HARGA BISA LEBIH BESAR TERGANTUNG SITUASI. UPAH PEMASANGAN BISA PLUS BAHAN SESUAI KESEPAKATAN TERTULIS
SEKILAS TENTANG EV CHARGER
1. Biaya ngecas pakai charger 30 kW
Kalau kamu ngecas di stasiun pengisian umum (SPKLU) dengan charger fast/medium (25–50 kW seperti 30 kW):PLN menetapkan tarif listrik sekitar Rp 2.466 per kWh untuk semua jenis charging termasuk fast charging.
Ada juga biaya layanan fast charging ± Rp 25.000 per sesi.
Kalau baterai mobil EV misal 40 kWh, biaya kira-kira:
40 kWh × Rp 2.466 ≈ Rp 99.000 + biaya layanan ± Rp 25.000 = ± Rp 124.000 sekali cas penuh.
Kalau baterainya lebih besar (50–70 kWh), tinggal kalikan aja kWh × tarif itu.
Ini hitungan kasar saja.
2. Lama ngecas (30 kW charger)
Charger 30 kW secara teori bisa:Input kira-kira 30 kWh per jam ke baterai (itu teori maksimal).
Jadi kalau baterai:
40 kWh → sekitar 1 jam dari 0–100% (ideal).
60 kWh → sekitar 1,5 jam dari 0–100%.
Realitanya:
Charging ke 80% lebih cepat, sisa 80%–100% lambat karena proteksi baterai (triknya sama seperti tips Neta V yang bisa dari 30→80% dalam ~30–35 menit).
Charging ke 80% lebih cepat, sisa 80%–100% lambat karena proteksi baterai (triknya sama seperti tips Neta V yang bisa dari 30→80% dalam ~30–35 menit).
3. Jarak tempuh setelah baterai penuh
Jarak tempuh tergantung kapasitas baterai & efisiensi mobil (berapa kWh per km).Contoh nyata dari Neta V:
Baterai ~40,7 kWh penuh bisa jalan ±384 km.
Baterai ~40,7 kWh penuh bisa jalan ±384 km.
Contoh lain real:
Mobil kecil 26,7 kWh bisa jalan sekitar 200–300 km per full charge.
Jadi gambaran kasar:
30–40 kWh baterai → ±200–400 km per charge.
50–70 kWh baterai → ±300–600 km per charge tergantung jenis mobil.
📌 Kesimpulan singkat
Biaya: ± Rp 100 ribu–Rp 200 ribu sekali cas penuh di SPKLU 30 kW.
Waktu: ± 1–1,5 jam untuk full charge (lebih cepat sampai ~80%).
Jarak: tergantung baterai, biasanya ±200–400+ km untuk mobil kecil menengah.
Kalau mau hitung lebih detail, sebutin kapasitas baterai mobilnya (kWh) — saya bisa hitungkan biaya & jarak yang lebih akurat.
JENIS JENIS CHARGE EV MENURUT KECEPATAN
Jenis pengisian daya kendaraan listrik (EV Charger) dibagi berdasarkan kecepatan dan jenis arus listriknya, umumnya terbagi menjadi Slow (AC), Medium (AC), Fast (DC), dan Ultra Fast (DC). Di Indonesia, SPKLU umum menggunakan tipe AC Type 2 dan DC Combo tipe CCS atau CHAdeMO untuk mengisi daya dari berjam-jam (di rumah) hingga belasan menit (di jalan tol).
Berikut adalah jenis-jenis charge EV secara lengkap:
1. Berdasarkan Kecepatan dan Daya Pengisian (Tingkat)
- Slow Charging (AC, < 7 kW): Biasanya digunakan di rumah, memerlukan waktu 6–12 jam untuk pengisian penuh.
- Medium Charging (AC, 7,4 – 22 kW): Umum di area publik seperti pusat perbelanjaan atau kantor, durasi sekitar 2–4 jam.
- Fast Charging (DC, > 50 kW): Umum di SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum), dapat mengisi hingga 80% dalam 30–60 menit.
- Ultra Fast Charging (DC, > 100 kW hingga 350 kW): Teknologi tercepat saat ini, memungkinkan pengisian 10–20 menit.
2. Berdasarkan Jenis Arus Listrik
AC Charging (Arus Bolak-Balik): Arus listrik dari PLN diubah oleh onboard charger mobil menjadi DC sebelum masuk baterai. Umum untuk pengisian di rumah.
DC Charging (Arus Searah): Arus langsung masuk ke baterai tanpa perlu dikonversi lagi, memungkinkan pengisian sangat cepat.
3. Berdasarkan Tipe Konektor (Colokan) di Indonesia
AC Type 2 (Mennekes): Standar untuk pengisian AC (rumah/publik) di Eropa dan banyak digunakan di Indonesia.
DC CCS2 (Combined Charging System 2): Standar pengisian cepat DC utama untuk kendaraan Eropa dan banyak kendaraan baru di Indonesia.
CHAdeMO: Standar pengisian cepat DC Jepang, masih tersedia di beberapa tempat.
4. Berdasarkan Tempat Pengisian
Home Charging: Alat pengisi daya yang dipasang di rumah (biasanya slow/medium AC).
Public Charging (SPKLU): Stasiun pengisian umum (fast/ultra-fast DC) untuk perjalanan jauh.
Penggunaan jenis charger yang tepat sangat bergantung pada kemampuan onboard charger pada mobil listrik tersebut dan ketersediaan infrastruktur pengisian.

Nyimak dan matau
BalasHapus